Home

PHOTO GALLERY

OUR SERVICE

ARTICLE (ENGLISH)

OUR PRODUCT

Contact

ARTIKEL (INDONESIA)

International Travelling & Photos

Accessory Gallery
Motret Apik
Motret Apik mean taking good pictures
Malacca
Singapore
Dari Singapore ke Phuket lewat darat.
Sekilas Bangkok dan floating market
Sepintas Stockholm
Roma kota tua yang exotic
Alam Switzerland yg indah
Tips untuk perjalanan darat dari Singapore ke Bangkok
Roma kota tua yang exotic

oleh: Handayana.

Perjalanan kami ke Roma diawali dari Arlanda Airport Stockholm dengan pesawat Air Berlin. Perjalanan 2 jam terbang sampai dan transit di Durseldorf 2 jam 15 menit. Selanjutnya dengan pesawat yang sama menuju ke Roma 2 jam 10 menit. Sampai di Leonardo Da Vinsi Airport tengah hari dan langsung menuju penginapan dengan membeli ticket 1 kali jalan 1.8 Euro. Rata rata di negara sangchen kita bisa membeli ticket terusan mulai dari sekali jalan berlaku 90 menit, kemudian 24 jam, 48 jam mingguan atau bulanan. Ini berlaku untuk semua system transportasi dalam kota.

Keluar airport kesan pertama kota Roma adalah semrawut, crowded dan tidak aman. Ini saya membandingkan dengan Stockholm kota pertama di negara shangen yang saya kunjungi. Di Roma dimana mana banyak orang dan juga banyak polisi atau tentara dengan senapan laras panjang di hampir setiap kerumunan orang. Setiap saat saya dengar mobil polisi atau ambulance mondar mandir dengan bunyi alarm sangat keras diantara suara hiruk pikuk kendaraan. Peringatan lewat pengeras suara dalam beberapa bahasa juga berkali kali diumumkan tentang bahaya copet. Kota dengan lebih banyak turis dijalanan dari penduduk aslinya terasa mulai tidak aman. Kewaspadaan ditingkatkan, dompet dan passport disimpan rapi rapi. Waktu kami berada di terminal terpadu karena masih bawa koper berat, kami memilih lift dari pada tangga. Lift lebih sepi dibandingkan tangga, disinilah saya dikerjain oleh 4 remaja 2 pria dan 2 wanita yg menyusul dalam 1 lift, jadi ber 8 semuanya dalam lift. Kami hanya naik 1  lantai, setelah sampai ke lantai atas, mereka mengatakan pada temannya kalau salah, balik lagi kebawah. Karena saya mau keluar maka jadinya seolah olah saling berlawanan arah, mereka mau masuk kembali dan kami mau keluar. 2 orang yg mau masuk kembali menghalangi jalan kami dan 2 orang yg masih di dalam dengan cepatnya merogoh dompet saya dari saku belakang yg sudah dikancing dan berada dibalik jaket. Untungnya saya sadar dan segera masuk kembali ke lift sambil memegang salah satu laki laki didalam lift yg ada dibelakang saya. Mana dompet saya, kamu mengambil dompet saya dengan tuduhan pasti tanpa ragu ragu. Untungnya gertakan saya tadi segera diresponse dengan membuka tas nya dan mengeluarkan dompet saya. Katanya saya menemukan dibawah, kenapa kamu ambil gertak saya. Rasanya sudah pingin memukul mukanya tapi saya ingat dinegeri orang bisa jadi masalah lebih panjang. Untung dompet saya tdk (belum) ada yang diambil isinya. Saya tunjuk mukanya sambil saya gertak awas ya! Kami meninggalkan tempat tsb dan mereka segera menghilang berbaur dengan pengunjung lain.

Kembali tentang Roma, kota ini memang menggambarkan sejarah kebesaran kekaisaran Roma yang terawat sampai saat ini. Meski beberapa peninggalan sudah berupa puing, tetap saja dipelihara dan terawat dengan baik. Kota Roma sendiri dirawat dengan bangunan model lama, setidaknya kalau ada bangunan baru, modelnya masih dipertahankan sama sehingga tidak tampak modern. Di Italia inilah para seniman dan ilmuan kelas dunia diabadikan namanya pada Airport airportnya. Ada Leonardo da Vinci, Galileo Galilei, Giovanni Caproni dsb.


  

Didalam Roma ada Vatican sebuah negara tersendiri pusat agama Katolik dunia. Disini dimana anda berjalan akan ketemu dengan Romo atau student seminari dari seluruh dunia. Mereka terlihat dengan tanda segi empat hitam pada kerahnya. Saya sempat ketemu seorang student Indonesia yg telah belajar 3 tahun di Vatican ketika menanyakan sesuatu. Untuk melihat lihat peninggalan sejarah Roma, masih mungkin dengan berjalan kaki sebab disekitar Koloseum dan Vatikan dapat ditempuh dengan jalan kaki sambil menikmati suasana kota diakhir musim semi bulan Mei.


  

Bagi para pengunjung yg mau jalan jalan di Eropa pada bulan Mei atau sekitar summer ada keuntungan tersendiri yaitu hari (siang) nya lebih panjang. Subuh dimulai sekitar jam 3 dan magrib sekitar jam 10 malam. Pada malam hari juga langit tidak galap kelam tapi masih menyisakan warna biru tua. Pada umunya angkutan umum sampai tengah malam, tapi perlu juga konfirmasi dengan penduduk setempat. Kalau di Stockholm diakhir minggu kereta 24 jam.

Maninggalkan Roma kami ke Florenza dengan bus antar kota dari terminal Tiburtina, dibandingkan dengan kereta atau pesawat udara, bus ini paling murah dan nyaman selain dapat menikmati pemandangan alam. Perjalanan bus 3.5 jam dengan pemandangan desa desa Italy, jalanan bagus dan lebar sampai di Florenza di terminal Montelungo. Ada banyak pilihan bus dan jam keberangkatan dan bisa beli langsung ditempat, ongkosnya pun hanya Euro 16 sekali jalan.  Di Florenza  ganti bus menuju Pisa sebab kami ingin mengunjungi menara miring Pisa yg terkenal itu. Sampai di Pisa busnya berhenti di Pisa Airport setelah 1 jam perjalanan dari Florenza, kami menginap disini. Kami menginap di penginapan murah seharga Euro 64.5 untuk ber 4. Sebuah rumah dengan kamar mandi diluar berisi 4 tempat tidur. Harga sudah termasuk sarapan self service oriental style berupa roti, berbagai pilihan juice, teh dan kopi.  Pemiliknya menunggui kami sampai jam 12 malam sebab memang busnya sampai sudah jam 11 dan masih perlu jalan kaki mencari dan menuju penginapan yang hanya kurang dari 1 km. Di Pisa kami beli ticket terusan seharga 7.2 Euro.


  

Esoknya kami kembali melanjutkan perjalanan dari Pisa ke Milano naik bus melalui Genoa seharga Euro 10,125. Berangkat dari Pisa jam 4:55 sore dan sampai jam 10 malam.  Meskipun ini perjalanan sore hari tapi kami masih dapat pemandangan indah pantai barat Italy sebab sampai Milano masih terang meski jam 10 malam. Sepanjang perjalanan kami ini melewati jalan Tol yg dibangun menembus pegunungan dan lembah, terowongan dan jembatan untuk mengurangi tanjakan dan belokkan. Pemandan sangat indah hampir sepanjang perjalanan kecuali waktu masuk terowongan gelap. Sangat indah untuk diabadikan dalam foto atau video. Tiba di Autostazione Lampugnano Milano, baru sadar kalau handphone anak kami ketinggalan di bus karena selama perjalanan pindah pindah tempat duduk untuk mendapatkan sudut pandang indah untuk merekam perjalanan.

  

Di Milano kami istirahat 1 hari di penginapan bintang 2 dengan harga Euro 142. Ini adalah kota terakhir dalam perjalanan kami di Italy.

Kurs: 1 Euro = Rp 15.400.






HomePHOTO GALLERYOUR SERVICEARTICLE (ENGLISH)OUR PRODUCT ContactARTIKEL (INDONESIA)International Travelling & PhotosAccessory Gallery