Home

PHOTO GALLERY

OUR SERVICE

ARTICLE (ENGLISH)

OUR PRODUCT

Contact

ARTIKEL (INDONESIA)

International Travelling & Photos

Accessory Gallery
Motret Apik
Motret Apik mean taking good pictures
Malacca
Singapore
Dari Singapore ke Phuket lewat darat.
Sekilas Bangkok dan floating market
Sepintas Stockholm
Roma kota tua yang exotic
Alam Switzerland yg indah
Tips untuk perjalanan darat dari Singapore ke Bangkok
Sekilas Bangkok dan floating market

Tulisan dan foto oleh Handayana


Perjalanan ini merupakan kelanjutan perjalanan kami dari Singapore ke Phuket lewat darat yang telah kami lalui selama 5 hari.

Hari ke enam, kami check out Hotel pagi pagi dari Phuket karena harus terbang dengan pesawat Air Asia pagi jam 6:45 sementara jarak dari Hotel ke Airport cukup jauh. Penerbangan selama 1 jam 10 menit membawa kami sampai ke airport Suvarnabhumi ( mulai 1 Oct 2012 penerbangan Air Asia mendarat di Don Muang Airport lama). Kami sudah book hotel di jalan Sukvhumvit Soi 22. Ini adalah jalan Sukvhumvit lorong 22.


  

Dari Airport Suvarnabhumi menuju Bangkok.


Jalan Sukvhumvit ini cukup strategis karena sepanjang jalan ini dilayani oleh MRT kota Bangkok dan juga aneka angkutan kota seperti tuk tuk dan bis kota. Lorong lorong nya juga tdk terlalu jauh sekitar 1-2 km dari jalan utama. Kami dari airport menggunakan MRT dan turun di ujung lorong 22. Sebagian rombongan berjalan kaki sebab tdk terlalu jauh tapi kopor kopor naik taxi. Sekali lagi tidak ada masalah waktu check in di Hotel ini. Hanya karena kami datang masih terlalu pagi, kami menunggu beberapa jam. Waktu ini kami gunakan untuk mengenal sekitar hotel, khususnya tempat makan Muslim. Hari itu kami dapat RM Muslim yg orangnya sangat ramah, makanannya enak dan dapat berbahasa Melayu. Dia mengaku berasal dari provinsi Pattani dekat dengan perbatasan Malaysia. Hari hari kami makan disana bahkan ketika mau jalan jalan kami bawa makanan dari RM ini. Setelah check in, acara hari ini untuk mencuci pakaian yg sudah mulai banyak yg kotor. Kami mencari tempat cuci kiloan dekat dengan Hotel. Banyak pilihan tour di Bangkok, selain menyusuri sungai juga banyak tempat yg pantas dikunjungi. Tujuan tour kami esok hari adalah ke pasar terapung di Damnoen Saduak. Yang lainnya kami jalan sendiri disekitar kota Bangkok. Untuk tour ini kami mendapat rekomendasi dari RM Muslim bahwa lebih baik sewa mobil sendiri dan dia dapat menghubungi temannya yg muslim dan dapat berbahasa Melayu sehingga pas buat kami. Harganya pun jauh lebih murah dibandingan mengikuti tour dengan agent perjalanan. Akhirnya disepakati bahwa besok akan dijemput di hotel dan sekalian kami pesan makan siang dibungkus. Pagi pagi kami dijemput dengan Toyota Hiace yg dapat memuat seluruh rombongan kami. Sang supir memperkenalkan diri bernama Hasan. Dengan bahasa Melayu yg jelas dia merangkap sebagai tour guide sepanjang perjalanan.

Hari ketujuh, kami dijemput oleh Hasan menuju Pasar Terapung di Damnoen Saduak. Perjalanan melalui jalan Tol yang hanya membayar sekali untuk jarak cukup jauh. Kabarnya Tol di Thailand ini sangat murah. Semua biaya tpl dibayar oleh driver. Sekitar 1 jam perjalanan sampailah kami ke pangkalan perahu dimana kami akan menyusuri sungai kecil dan perkampungan dipinggir sungai. Mungkin seperti di Venesia dalam bentuk lebih sederhana. Dipangkalan perahu ini kami disambut dengan minuman kelapa muda dihidangkan dengan sirup seperti di Indonesia.

Setelah istirahat sejenak kami dibagi menjadi 2 perahu bermesin tempel dari mesin mobil yg disambung dengan impeller. Semua ongkos perahu ini sudah termasuk dalam tour ini, jadi Hasan lah yang membayarnya. Di Thailand semua dapat dijual sebagai obyek turis, melihat cara membuat gula kelapa juga ditawarkan kepada kami, tentu saja bagi kami bukan hal aneh.

   

Pasar Terapung Damnoen Saduak

Floating market memang sesuatu yg unik dan perlu untuk dilihat. apalagi bagi pencinta fotografi. Setelah menyusuri perkampungan dengan para pedagang diatas perahu, tibalah kami di pusat pasar terapung. Pasarnya sendiri ada dikedua sisi sungai didaratan tapi banyak juga pedagang yg tetap berada diatas perahu. Sama layaknya pasar tradisional di Indonesia atau Asia pada umumnya. Barang yang dijajakan dari mulai pakaian sampai makanan. Kami sempatkan membeli souvenir berupa kaos bergambar pasar terapung tersebut.


 

Kuil Budha Wat Po di Bangkok.


Pulang dari pasar terapung, kami singgah di Kuil Budha di Bangkok.Wat Pho.  Budha yg sedang tidur berlapis emas berada dibangunan dengan warna serba emas. Arsitek bangunan gaya Thailand sangat indah, detail ukirannya sangat bagus serba warna emas. Kami mengakhiri perjalanan ini dengan mampir di sebuah Masjid di Bangkok untuk sholat ashar. Secara keseluruhan kami puas dengan pelayanan yang diberikan Hasan kepada kami.

 

Hari kedelapan kami masih berada di Bangkok, ini hari malam tahun baru 31 desember 2011. Seharian kami jalan jalan sekitar kota dengan menggunakan MRT dan TukTuk. Masing masing bebas mau kemana aja. Kalau suka belanja datangilah Chatuchak Market. Pasar ini semacam alun alun dengan pasar tertutup dan terbuka. Ditengahnya ada tugu jam tempat berkumpul kalau rombongan terpisah. Disediakan tempat duduk untuk menunggu kerabatnya yg sama sama belanja tapi lain tujuan.

Yang dijual aneka makanan, pakaian, souvenier, binatang piaraan, mebel dan macam macam fasion dari kaki sampai kepala. Luas areal pasar ini 0.14 Km persegi dengan kunjungan 200 ribu an pengunjung setiap harinya. Untuk perbandingan ini sama dengan 2 x penonton sepak bola di Senayan kalau penuh. Kalau nyasar dipasar ini hal biasa sebab ada 5000 gerai pedagang disana. Chatuchak mengklaim sebagai pasar terbesar di Thailand yg didirikan pada ulang tahun ke 200 kota Bangkok th 1982.Chatuchak memang punya daya tarik tersendiri bukan hanya surganya bagi yg suka belanja tapi juga bagi yg suka photography. Banyak pertunjukan keahlian diruang terbuka dari yang mencari uang sampai yg mencari donasi untuk yayasan yg diwakilinya. Pertunjukan musik, sulap, acrobat dsb, kita boleh melempar uang dalam tempat yg tersedia bila berkenan. Display makanan sangat menarik mata, warna warna dan jenisnya bermacam macam. Anda dapat melihat berbagai serangga goreng ada jangkrik, belalang macam macam ulat atau lundi berada diantara aneka sayur lalapan.  Rupanya lalapan merupakan makanan popular di Thailand.

    
 Belalang Goreng di pasar Chatuchak-Bangkok

Malam tahun baru di Bangkok tidak seheboh Jakarta atau kota kota lain di Indonesia.  Bangkok bahkan tenang tenang aja. Memang ada macam macam simbol pergantian tahun seperti banyaknya lampu dan ucapan happy new year. Ketika hal ini saya tanyakan kepada warga Bangkok, ternyata hari yg paling ramai di Bangkok dan Thailand pada umumnya adalah hari Ulang Tahun Raja. Karena Thailand tidak pernah dijajah, maka HUT Raja lah sebagai hari besar kenegaraan dan ini baru saja diperingati pada tgl 5 Desember.

  

Suasana malam tahun baru 2012 di Bangkok.

Penasaran ingin melalui malam tahun baru di Bangkok, kami menyusuri jalan jalan dipusat kota Bangkok. Pelayanan MRT sampai tengah malam khusus hari itu. Tidak ada kemacetan lalulintas, tdk ada tiup terompet dan hura hura seperti di Indonesia. Inilah malam terakhir kami berada di Bangkok, esok paginya 1 Januari 2012 kami akan pulang ke Bandung dengan pesawat Air Asia penerbangan jam 09:25 ganti pesawat di Kuala Lumpur.
 






HomePHOTO GALLERYOUR SERVICEARTICLE (ENGLISH)OUR PRODUCT ContactARTIKEL (INDONESIA)International Travelling & PhotosAccessory Gallery