Home

PHOTO GALLERY

OUR SERVICE

ARTICLE (ENGLISH)

OUR PRODUCT

Contact

ARTIKEL (INDONESIA)

International Travelling & Photos

Accessory Gallery
Motret Apik
Motret Apik mean taking good pictures
Malacca
Singapore
Dari Singapore ke Phuket lewat darat.
Sekilas Bangkok dan floating market
Sepintas Stockholm
Roma kota tua yang exotic
Alam Switzerland yg indah
Tips untuk perjalanan darat dari Singapore ke Bangkok
Dari Singapore ke Phuket lewat darat.

Dari Singapore ke Phuket lewat darat

oleh : Handayana
 

Kebanyakan orang Indonesia kalau bepergian keluar negeri menggunakan pesawat terbang. Selain kenyamanan mungkin perhitungan waktu menjadi pilihan. Pada akhir th 2011 kami sekeluarga mencoba cara lain jalan jalan ke Bangkok dengan kendaraan darat. Ini bisa bis atau kereta api, diawali dari Singapore. Pertimbangan pilihan kendaraan darat ini karena ingin melihat dan merasakan lebih dekat dengan kota kota yang dilewati, disamping akan memberikan pengalaman lebih, dibandingkan dengan pesawat terbang yg sebagian sudah pernah dilakukan.

Persiapan 6 bulan.

Memang persiapan cukup lama karena kami berangkat 3 keluarga berjumlah 14 orang yang masing masing masih mempunyai kesibukan sekolah, kuliah dan kerja. Mulailah dengan browsing di internet tujuan yang akan didatangi, penginapan, schedule kereta, bus dan sambungan penerbangan karena pulangnya kami terbang langsung dari Bangkok ke Bandung. Jangan lupa juga mencari tahu curah hujan pada bulan kunjungan. Semua dapat dicari di internet dan syukur bahwa pada akhir tahun curah hujan di Thailand pada umumnya adalah terendah. Maklum beberapa bulan sebelumnya Bangkok dilanda banjir besar kan. Dalam merencanakan perjalanan ini yang kami rasakan agak sulit adalah menentukan berapa kamar hotel yg harus kami book. Menurut ketentuan yg kami baca diinternet, setiap hotel hanya membolehkan tambahan 1 extrabed.  Kalau kami berempat, harus pesan dua kamar, lha salah satu keluarga kami ada yg berenam artinya harus 3 kamar, wah cukup banyak biayanya. Jadi ketika kami berangkat hanya di KL saja yg menggunakan suit, sisanya kami hanya book untuk satu kamar tiap keluarga. Untuk pesawat dan kereta api tidak ada masalah.

 
 

Pesawat yang kami pilih Air Asia sebab melayani rute yg kami perlukan dan harganya paling terjangkau. Ternyata tidak mudah untuk mendapatkan  14 seat sekali penerbangan dengan schedule yang kami inginkan. Setelah bolak balik konsultasi dengan seluruh peserta, akhirnya kami dapat penerbangan tgl 24 December 2011 hari pertama dari Bandung ke Singapore dengan pesawat Air Asia Economi Promo berangkat jam 07:30 waktu Bandung. Pertimbangan kami bisa berangkat pagi, supaya dapat suasana menjelang hari Natal di Singapose siangnya dan bisa puas berjalan jalan tanpa harus menginap di Singapore. Untuk bisa merasakan malam hari Natal di Singapore, kami memilih perjalanan dengan kereta api ke Kuala Lumpur sebab Kereta Tanah Melayu disingkat KTM berangkat malam dari Singapore. KTM ini berangkat pukul 23:30, cukuplah untuk melihat suasana malam hari Natal di Singapore sebelum berangkat ke Woodlands Station jam 10 malam. Schedule keberangkatan termasuk harga ticket dapat dilihat di Internet  Sayangnya kami belum bisa booking melalui internet 6 bulan sebelumnya. Booking akan dibuka sebulan sebelum tanggal keberangkatan. Wah ini akan menjadi kendala bila yang lain sudah di booking sementara ada sepenggal perjalanan yang belum pasti. Kalau berangkat sendiri mungkin tidak terlalu bermasalah tapi ini 14 orang termasuk beberapa anak kecil. Wow bagaimana ini? Akhirnya tetap kami melanjutkan browsing untuk pemesanan hotel, bus dan pesawat supaya bisa nyambung tanpa putus. Resiko kalau tidak dapat kereta ya naik apa sajalah supaya sampai Kuala Lumpur tepat schedule. Kalau perlu rombongan dibagi dalam kelompok kecil nanti supaya dapat kendaraan.  Saya mem prediksi demikian sebab di Indonesia yg namanya hari libur nasional selalu sulit mendapatkan kendaraan kalau tidak direncanakan jauh hari sebelumnya. Begitulah akhirnya memang sebulan sebelum keberangkatan kami dapat book temat duduk. Pembayaran dapat dilakukan ditempat beberapa jam sebelum jam keberangkatan. Karena kami berangkat jam 11:30 malam, disebutkan dalam ketentuan ticket harus sudah diambil sebelum jam 9 malam. Wah cukup longgar untuk pelancong macam kami. Nah karena kami tiba siang hari dari Bandung, maka yg pertama kami lakukan adalah langsung menuju ke Woodland Train Checkpoint, membayar ticket dan yg penting lagi menitipkan seluruh bawaan di Station sehingga kami bisa berjalan jalan di Singapose sepanjang hari tanpa beban kopor dan backpack. Hanya bawaan yg perlu saja kami bawa tentunya termasuk Camera. Sebagai cacatan bahwa pada saat itu Woodland Train Checkpoint belum mempunyai locker seperti di KL Central, tapi karena bawaan kami banyak dan kebetulan ada ruang kosong yg belum difungsikan, kami boleh menggunakan sebagai tempat penitipan barang, bahkan akhirnya menjadi tempat istirahat dan sholat. Train Station ini memang baru dioperasikan sejak 1 July 2011 jadi baru 6 bulan berjalan. Sebelumnya Train Station berada di Art Deco Railway Station Singapore yg berdiri sejak th 1923.  Dari Woodland kami kembali ke pusat kota Singapose untuk menghabiskan sisa waktu sambil melihat suasana malam Natal 2011. Malam itu kami hanya berjalan jalan sekitar Orchad Road sampai sore dan menjelang malam kami menuju Marina Bay dengan air mancur Merlion yg menjadi simbul kota Singapore. 

  

  
Singapore dimalam Natal 2011


Di Marina Bey ini yg terkenal dengan bangunan Sand Hotel pada tahun 2008 terakhir kami kesana masih dalam tahap pembangunan. Sayangnya malam itu suasana disana turun hujan gerimis. Sebelum jam 10 malam kami kembali ke Woodland station dengan kelelahan sambil menunggu Kereta Tanah Melayu yg akan membawa kami ke Kuala Lumpur selama 6 jam perjalanan. Dari Woodland Train Checkpoint ini penumpang langsung melewati petugas imigrasi untuk di cap masuk wilayah Malaysia. Beda dengan station sebelumnya dimana para penumpang turun dari kereta menuju Imigrasi ketika mau masuk wilayah Johor Baru-Malaysia. Kereta kelas ekonomi (disebutkan tempat duduk kelas dua) sepertihalnya kereta kelas Senja Utama Semarang-Jakarta. AC di kereta sangat dingin, dan meski tidak baru kondisinya cukup bersih. Kami bisa tidur nyaman dengan posisi duduk bersandar rebah. Hari kedua kami tiba di KL Central jam 6:30 pagi waktu Malaysia atau 5:30 waktu Jakarta. Masih bisa sholat subuh di KL Central. KL Central merupakan pusat ketibaan dan pemberangkatan hampir semua jurusan. Tempat ini terintegrasi dengan moda angkutan kota dari dan ke airport dengan kereta atau mobil (taxi) dan bus. Juga ke segala penjuru Kula Lumpur. Yang saya suka dari keadaan KL Central ini kami bisa menitipkan barang bawaan utama dan mandi sebelum melanjutkan aktivitas. Dengan membayar 10 RM kami dapat kamar mandi dengan ruang ganti pakaian yg cukup nyaman. Keadaan kamar mandinya juga cukup bersih dan nyaman dengan air panas atau dingin. Kami perhatikan banyak orang yg datang dari luar kota atau luar negeri, menitipkan kopor nya kemudian mandi dan ganti pakaian kerja layaknya para businessman. Mungkin setelah urusan bisnis selesai bisa langsung pulang dengan pesawat, kereta atau bis malam. Tidak perlu hotel. Alasan kami menitipkan kopor dan mandi karena untuk check in Hotel yg telah kami pesan sebelumnya disebutkan jam 2 siang. Jadi kami bisa jalan jalan dulu sebelum check in Hotel disekitar jalan Tun Razak. Hotel yg kami pesan cukup bagus kelas suite dengan dua kamar, dapur dan ruang keluarga. Harga sekitar Rp 1.47 juta permalam lebih murah jika dibandingkan 2 kamar deluxe di tempat lain. Target kami dihotel ini untuk dapat istirahat dengan nyaman dan cuci pakaian supaya melanjutkan perjalanan esok harinya dengan pakaian bersih di kopor. Hanya semalam di Kualalumpur sebab kami akan melanjutkan perjalanan ke Hat Yai esok hari dengan bus yang telah kami pesan sebelumnya.  Rencana perjalanan dari KL akan diteruskan dengan bus menembus perbatasan Thailand.

  

Bus antar negara (Kl-Hat Yai)


Saya sudah pernah naik pesawat dari Kuala Lumpur ke Hat Yai-Thailand tapi lewat darat baru kali ini. Dari hasil browsing di Internet, Bus antar Negara berangkat dari Hentian Pudu Raya di Kuala Lumpur. Banyak perusahaan bus yang menjalani route Kuala Lumpur-Hat Yai, umumnya kita bisa pesan tempat sekalian bayar dimuka melalui internet. Jarak  paling jauh yg boleh ditempuh oleh bus Malaysia hanya sampai Hat Yai di Thailand Selatan. Rupanya ini perjanjian antar Negara bahwa bus Malaysia hanya bisa sampai Hat Yai baru ganti bus local Thailand kalau mau meneruskan perjalanan.  Hari ketiga, bus “Sri Maju” yang kami pesan telah siap di Hentian Puduraya KL. Suasana terminal layaknya terminal bus antar kota di Indonesia, ramai dan hiruk pikuk, namun disini bus bus parkir seperti dalam hanggar masing masing sesuai jurusannya. Para penumpang masuk di area tunggu yg bersih dan teratur. Akhirnya bus berangkat jam 09:30 sesuai jadwal dan akan memakan waktu 7-8 jam perjalanan. Bus “Sri Maju” dengan tempat duduk 2-1 melaju melewati jalan utama semenanjung menuju utara. Kecepatan bus dipertahankan sesuai aturan dan setelah berjalan 3 jam supir bus bergantian dengan sopir cadangan. Terus terang kami merasa aman dan nyaman dengan kondisi lalu lintas saat itu dan hampir setengan perjalanan bisa tidur.

  
Tempat peristirahatan di wilayah Malaysia


Dalam perjalanan ini bus berhenti di rest area untuk memberi kesempatan penumpang makan siang, istirahat dan sholat. Rest Area tidak seramai di Indonesia pada umumnya tapi cukup bersih. Barang yg dijajakan pada umumnya makanan tapi yg menarik banyak sekali pedagang buah segar. Hanya 30 menit kami diberi waktu disini dan ini cukup untuk makan dan sholat. Masih setengah perjalanan tersisa, jalanan masih ramai lancar sampai akhirnya kami tiba di hentian terakhir wilayah Malaysia, disini berhenti sejenak . Ada kedai bebas cukai semacam duty free di airport. Beberapa menit kemudian sampailah kami di perbatasan Thailand. Sekali lagi seluruh penumpang turun dan mengantri untuk cap pasport di imigrasi Thailand. Terasa perbedaan suasana di sini, lebih padat dengan penduduk, lebih sederhana dan terminalnya agak kotor. Kami masuk wilayah Thailand Selatan provinsi Songhkla, masih diperlukan beberapa menit untuk mencapai kota Hat Yai.   

Mengapa kami  memilih Hat Yai?

Hat Yai merupak kota terbesar di Thailand Selatan di provinsi Songkhla. Meski ibukotanya Songkhla tapi Hat Yai lebih ramai dengan penduduk sekitar 800.000. Songhlka lebih sebagai pusat pemerintahan dan budaya sedangkan Hat Yai sebagai pusat bisnis di Thailand Selatan. Kami tiba di agent bus Sri Maju di Hat Yai. Di Hat Yai kami merencanakan istirahat semalam untuk melanjutkan perjalanan ke Phuket esok hari. Perjalanan ke Phuket rencana naik bus tapi kami belum booking busnya padahal hotel di Phuket sudah dibooking untuk besuk pagi. Dari internet bus ke Phuket disebutkan berangkat setiap jam sayangnya tdk ada atau sedikit yg bisa booking lewat internet. Kami berani mengambil resiko ini sebab saya sudah pernah naik bus dari terminal Songhkla ke Phuket pada tahun 2001 juga tanpa booking. Untunglah ketika kami tiba di agen bus Sri Maju di Hat Yai, disana juga mengageni perusahaan bus melayani jurusan Hat Yai-Phuket. Kami langsung book untuk berangkat esok pagi dan sekalian mau dijemput di Novotel tempat kami menginap malam itu. Tempat agen bus ini dekat dengan Novotel hanya 5-10 menit berjalan kaki, tapi karena bawaan kami cukup banyak kami naik tuk tuk semacam angkutan kota dari pick up yg diberi atap dan kursi memanjang 2 jalur berhadapan. Sampai di Novotel kami check in dengan perasaan was was. Jangan jangan dimasalahkan dengan pesan 3 kamar untuk 14 orang. Ternyata receptionist tidak menghitung dan mencek berapa banyak anggota kami. Satu hal terlampaui dengan aman.


  
Jajanan pinggir jalan di Hat Yai - Songkla (Thailand Selatan)


Sore dan Malam itu kami hanya menikmati suasana pasar sekitar Novotel di Hat Yai yang letaknya memang dipusat kota. Disekitar kaki lima banyak dijajakan ketan yang dimakan dengan durian atau mangga. Ketan Thailand memang mak nyuus, dimakan dengan mangga Kio memang enak. Ada lagi gorengan macam macam sea food udang, kepiting, rajungan,cumi, dan macam macam ikan laut dan ayam sangat menggoda selera.

Kalau suka belanja, Hat Yai tempat untuk produk pakaian, tas dan sepatu murah. Satu hal yg kami lihat cukup unik di Hat Yai adalah ketika serombongan orang datang dengan mobil tangki air menyiram dan membersihkan jalan dengan sabun. Kalau hanya menyiram jalan sudah sering kami lihat tapi ini benar benar dengan sabun dan sikat untuk membersihkan jalanan.

  
Membersihkan jalan dengan sikat dan sabun


Hari keempat kami sudah siap pagi hari didepan Novotel menunggu jemputan seperti yg dijanjikan.Kami dijemput dengan tuk tuk sebab bus besar tidak boleh masuk kota. Sesampainya di agen bus kami naik bus, tidak sebesar bus yg kami tumpangi dari Malaysia sebelumnya. Bus ke Hat Yai dengan tempat duduk 2-2 ber AC. Perjalanan sekitar 6-7 jam. Suasana perjalanan dari Hat Yai ke Phuket hampir sama dengan di Malaysia dan Indonesia (Jawa) dimana dusun dusun dengan haparan sawah dan kebun. Jalannya cukup lebar dan baik tidak seramai jalan jalan di Jawa. Sepanjang perjalanan diatas bus diputar lagu lagu Thailand dari CD meski masih agak asing ditelinga kami untungnya penyanyinya rata rata cantik paling tidak enak dilihat.
Phuket sebenarnya sebuah pulau terpisah dengan daratan, namun dengan adanya jembatan penghubung, penyeberangan ke pulau tidak terasa bahkan tidak disadari oleh  penumpang bila tidak memperhatikan. Kami sudah book hotel di Phuket dan ternyata masih cukup jauh dari pemberhentian bus hingga harus menyambung dengan taxi . 

   

Terminal Phuket dan Tuk Tuk  


Tiba dipemberhentian terakhir kami disambut dengan banyak tawaran tour disekitar pulau pulau di Phuket. Sebenarnya kami sudah berusaha mencari tour lewat internet jauh hari waktu kami masih di Indonesia. Rata rata tour yg ditawarkan di Internet harganya mahal. Saya yg sudah pernah ke Phuket sebelumnya setengah tidak percaya, kalaupun ada kenaikan setelah sekian tahun pasti tidak semahal itu. Makanya kami tidak melakukan book lewat internet, bagaimana nanti aja kalau sudah di Phuket bisa lebih leluasa memili tour yg sesuai dengan kantong. Berdasarkan pengalaman sebelumnya di Phuket pasti banyak agen tour dan benar adanya. Akhirnya atas kesepakatan bersama kami mengambil tour ke Phi Phi Island karena anak anak ingin menyelam dan snorkeling. Setelah book tour kami, kami meninggalkan terminal menuju hotel dengan taxi.  Sampai hotel sekali lagi kami merasa was was dengan banyaknya rombongan kami untuk 3 kamar yg kami pesan. Disinilah baru jadi masalah oleh pihak pengelola, kami diminta menambah masing masing keluarga 1 kamar. Untungnya tersedia kamar, jika tidak? Mungkin harus tidur terpisah. Saat kami tiba di hotel sudah malam dan tujuan malam itu hanya mencari makan malam yg mudah mudahan dapat rumah makan muslim. Setelah masing masing keluarga mendapatkan kamar, kami mulai keluar mencari makan dengan kendaraan tuk tuk

  

Menuju Rumah Makan Muslim Turkey di Phuket.

 Di pusat kota kami mendapatkan rumah makan muslim Orient Restourant -Turki yang menghidangkan makanan laut. Malam itu kami istirahat setelah melakukan perjalanan cukup melelahkan seharian.

Hari kelima, kami dijemput Toyota Van untuk memulai tour ke Phi Phi Island. Tujuan kami ke dermaga yg akan membawa rombongan ke laut dengan kapal pesiar. Sesampainya di dermaga, banyak sekali rombongan lain yg sudah datang dan baru datang dari segala penjuru Phuket. Nampaknya segala bangsa ada disana, dan kami diberikan sticker yg harus ditempel dibaju sesuai group tour untuk memudahkan. Memang tidak mudak sepertinya mengatur ribuan pengunjung Phi Phi Island ini pada waktu bersamaan. Waktu check in, kami juga dapat makanan kecil dan air minum dan ditunjukkan kapal mana yg akan kami tumpangi. Banyak kapal dengan ribuan pengunjung saat itu, kami juga harus mengingat kendaraan mana nanti yg akan menjemput kami setibanya kembali ke dermaga. Meski hiruk pikuk dengan suara orang dan mesin kapal, semuanya berjalan lancar dan kelihatan sudah sangat berpengalaman menangani banyak tourist.


    

Suansana pelabuhan Phi Phi Island dengan tourist


Tak lama setelah kami naik, kapalpun berangkat menuju lautan. Ini adalah tour sehari menuju Phi Phi Island. Pemandangan laut dngan pulau pulau karang sepanjang perjalanan yang kami tempuh hampir 2 jam.


  

Phi Phi Island Thailand


Memang Thailand berhasil mengembangkan dan menarik tourist lebih banyak dari Indonesia. Dari banyaknya kapal pesiar saja sudah tampak daya tarik tourisme di Thailand padahal masih banyak tujuan tour yg lain di sekitar Phuket ini. Thailand di th 2011 berhasil mendatangkan tourist 19 jutaan, dengan lebih 10 juta an mengunjungi Bangkok. Ini merupakan kota besar ke 3 di dunia paling banyak didatangi tourist setelah London dan New York.

    

Makan di terminal Phi Phi sebelum snorkling

Tak terasa kapal sampai di pelabuhan Phi Phi Island dan separo penumpang dipersilahkan menuju hall yg telah disediakan makanan, separo nya menuju ke kapal lain yg akan membawa ke perairan untuk menyelam dan snorkeling. Masing masing mendapatkan jatah waktu sekitar 3 jam. Di hall telah tersedia aneka makanan laut dengan qualitas rasa bagus dan quantitas nya cukup bahkan berlebih. Untuk penyediaan makan secara massal seperti ini cukup pantas diacungi 2 jempol. Menjelang sore, giliran kami menuju kelaut bersama rombongan lain. Anak anak sangat senang bermain snorkeling yg semuanya telah disediakan di kapal. Perairan yg jernih dan tidak terlalu dalam, membuat mudah menikmati keindahan taman laut dengan karangnya dan aneka warna ikan ikan. Memberi makan ikan dengan roti tawar merupakan atraksi yg menyenangkan. 

  

Snorkling di Phi Phi Island.

Setelah puas dengan acara laut, kami semua kembali ke dermaga untuk pulang ke Phuket menggunakan kapal yg sama seperti waktu berangkat. Sore itu kami kembali ke hotel menginap di malam kedua di Phuket. Makan malam masih di restaurant Turki, kami tidak menyempatkan keliling Phuket selain sudah lelah juga tidak pantas membawa anak anak dibanyak tempat lampu merah disana.






HomePHOTO GALLERYOUR SERVICEARTICLE (ENGLISH)OUR PRODUCT ContactARTIKEL (INDONESIA)International Travelling & PhotosAccessory Gallery