Home

PHOTO GALLERY

OUR SERVICE

ARTICLE (ENGLISH)

OUR PRODUCT

Contact

ARTIKEL (INDONESIA)

International Travelling & Photos

Accessory Gallery
Motret Apik
Motret Apik mean taking good pictures
Asyiknya Hunting Pasar Tradisional
Tips Motret Pertunjukan di Panggung
Belajar foto wedding
Tips memotret didepan pelaminan
Tips foto di ministudio
Mengenal HDR
Pengalaman motret di Saudi saat musim haji 1995
Membangun kemitraan dengan model
Kapan dan Mengapa menggunakan Manual
Melukis dengan cahaya
Hunting sekitar Semarang
Apakah Fotografi High Key (HK)
Optical Zoom dan Digital Zoom
Merancang album foto sejak pemotretan
Tips aman motret dilaut
Foto Udara
Foto Potret
Kapan dan Mengapa menggunakan Manual

oleh: Handayana

Banyak pemula belajar fotografi bertanya pada saya mengapa kita menggunakan mode manual padahal sudah diciptakan fasilitas canggih seperti Auto atau Program. Apa kelebihan mode manual dan bila mana kita menggunakannya ?

Nah sebelum membahas tentang mode manual, sebaiknya anda tahu tentang fasilitas yg ada di Auto dan Program pada DSLR camera saat ini.

Pada mode Auto atau Program, semua pengaturan diserahkan kepada mesin dalam hal ini otak camera digital kita. Otak Camera digital ini mampu membaca cerah cahaya yang kemudian diterjemahkan kedalam beberapa parameter seperti aperture, speed,  ISO bahkan white balance. Semua data tersebut diolah dalam camera dengan kecepatan sepersekian detik  kemudian keluarlah hasil foto. Hasil foto yang bagaimana? Yang bagus menurut Camera tentunya. Jadi Camera akan menghasilkan foto dengan pembacaan rata rata, artinya kalau objek bidik kita ada cahaya gelap dan terang, ya diambil rata ratanya. Secara normal mode Auto atau mode Program ini sangat membantu untuk pengambilan foto normal. Arti normal yaitu pemotretan dilakukan dengan cahaya datang dari belakang camera, semua objek tersinari dengan baik, tinggal klik, jadilah foto terang dan jelas. Mudah bukan?

Nah ada kalanya kita akan mengambil foto dengan kondisi tidak biasa. Kondisi tidak biasa ini misalnya:  

  • Memotret matahari terbit atau tenggelam
  • Memotret dengan tambahan lampu diluar flash yang berada dicamera kita.
  • Memotret dengan effek khusus seperti  effek gerak, atau bintang pada lampu misalnya.
  • Pemotretan malam hari dengan low speed.

-          dsb   

Bagaimana menggunakan mode manual  ?

Pertama kita harus mengubah fasilitas mode manual  pada Camera kita. Fasilitas ini ada pada bagian kiri atas atau kanan Camera. Setelah itu tentukan apa yang akan menjadi objek pemotretan kita.

Memotret matahari terbit atau matahari tenggelam, misalnya di pantai tanpa objek sebagai latar depan. Artinya hanya pemandangan pantai dan matahari saja. Jika pengaturan segalanya kita serahkan pada mesin Camera, hasilnya akan terang cenderung putih dan matahari tidak atau hampir tidak kelihatan bulatnya. Pemandangan yg diperoleh berupa pemandangan pantai dengan langit putih. Ini gambar bagus menurut Camera. Tapi bukan itu yang kita inginkan bukan? Umumnya kita menginginkan bentuk matahari bulat (meski kecil misalnya) dan berwarna merah atau merah gelap. Nah disinilah kita gunakan mode manual. Pertama aturlah aperture dengan bukaan kecil (angka besar) missal 16 atau 22. Gunakan ISO 100 dan atur speed 1/250 atau 1/500 tergantung kuat cahaya matahari waktu itu. Untuk itu anda bisa merubah rubah dengan berbagai speed sampai diperoleh warna yang sesuai dengan keinginan  kita. Ingat yang dirubah sebaiknya hanya speed atau kecepatan rana saja. Anda dapat bandingkan hasil fotonya. Jika kurang gelap tinggal mengatur shutter speed dipercepat.

Memotret dengan tambahan lampu diluar flash yang melekat dicamera. Ini biasa dilakukan di studio dimana digunakan banyak lampu tambahan. Dapat juga kita menggunakan dedicated flash tapi kita lakukan bouncing artinya flash tidak diarahkan frontal ke objek foto atau menggunakan sudut pantul dinding langit langit ruangan atau materi lain sebagai sudut pantul. Dedicated flash yang dipasang pada camera sudah dapat mengukur kuat cahaya disesuaikan dengan jarak terfocus objek foto.   Data kuat cahaya dan jarak objek yg akan difoto kemudian diolah secara cepat oleh camera dan dihasilkanlah foto sesuai dengan otak camera. Nah celakanya camera tidak mengetahui kalau ada tambahan cahaya lain yang tidak dideteksi oleh camera karena cahaya tsb tidak dihubungkan dengan camera seperti dedicated flash. Atau dedicated flash yg sudah diukur kekuatan cahaya disesuaikan dengan jarak objek dari camera tidak tahu kalau cahaya yg keluar dipantulkan atau dipasangi alat lain untuk meredam kuat acahaya nya. Hasil gambar yg direkam tentunya tidak sesuai dengan otak camera, dan akan menghasilkan gambar yang under atau over lighting. Disinilah saatnya anda menggunakan mode manual dengan cara coba coba. Coba beberapa kali pemotretan dan atur aperture, speed atau ISO sampai didapat hasil foto yang sesuai dengan harapan kita.  

 

Untuk mendapatkan effek khusus pemotretan, kita harus menyimpang dari kebiasaan memotret dengan otak camera sebagai pemikirnya. Kadang kita ingin membuat foto dengan effek bintang pada lampu jalanan misalnya. Jika kita serahkan pada otak camera hasilnya hanya akan tampak gambar lampu dengan terang sekitarnya. Bintang pada lampu tidak muncul. Nah untuk ini gunakalah mode manual. Caranya setel bukaan aperture kecil (angka besar), 16 atau 22 kemudian atur speed dan ISO sesuai dengan gelap terang gambar yang kita inginkan. Untuk ini mungkin diperlukan tripot jika diperoleh speed rendah. Arahkan pada jajaran lampu yg akan kita foro dan klik, jadilah lampu dengan effect bintang.

 

Memotret malam hari dengan low speed.
Hampir sama dengan menghasilkan effek khusus, jika kita ingin memotret suasana kota malam hari dengan bukaan aperture lebar atau aperture kecil dan speed sangat rendah kita harus menggunakan
mode manual . Speed rendah ini untuk merekam lampu mobil yang  bergerak dijalan misalnya. Makin lama kecepatan, makin panjang alur lampu yang terekam. Dalam hal motret seperti ini mutlak diperlukan tripot agar camera tidak goyang. Speed sangat rendah ini biasanya diatas satu detik, beberapa camera mempunyai fasilitas speed rendah sampai 30 detik. Ingin lebih lama lagi membuka aperture? putar pengatur kecepatan kekiri sampai diperoleh B (bulb).




HomePHOTO GALLERYOUR SERVICEARTICLE (ENGLISH)OUR PRODUCT ContactARTIKEL (INDONESIA)International Travelling & PhotosAccessory Gallery