Home

PHOTO GALLERY

OUR SERVICE

ARTICLE (ENGLISH)

OUR PRODUCT

Contact

ARTIKEL (INDONESIA)

International Travelling & Photos

Accessory Gallery
Motret Apik
Motret Apik mean taking good pictures
Asyiknya Hunting Pasar Tradisional
Tips Motret Pertunjukan di Panggung
Belajar foto wedding
Tips memotret didepan pelaminan
Tips foto di ministudio
Mengenal HDR
Pengalaman motret di Saudi saat musim haji 1995
Membangun kemitraan dengan model
Kapan dan Mengapa menggunakan Manual
Melukis dengan cahaya
Hunting sekitar Semarang
Apakah Fotografi High Key (HK)
Optical Zoom dan Digital Zoom
Merancang album foto sejak pemotretan
Tips aman motret dilaut
Foto Udara
Foto Potret
Membangun kemitraan dengan model

oleh : Handayana

Kita sebagai fotografer perlu membangun kemitraan dengan model sebelum pemotretan. Hubungan saling percaya ini perlu ditumbuhkan sebab sering kita baru berkenalan dengan model ketika malakukan deal pemotretan. Hal ini juga perlu untuk persiapan fotografer berhubungan dengan waktu, tempat, suasana, dsb. Bagi model professional deal ini sering dilakukan oleh managernya. Model memang tidak terbatas hanya foto model yang sudah biasa tampil didepan kamera tapi juga pasangan yang akan melakukan pemotretan pre wedding, atau acara ulang tahun misalnya. Bagi foto model professional hal ini tidak terlalu sulit meski tetap diperlukan.  Kesulitan sering terjadi apabila pasangan yang jarang difoto merasa canggung sebab berakting didepan kamera atau didepan orang yang baru dikenal.  Saling percaya yang harus dibangun antara model dengan fotografer dimaksudkan supaya tidak ada perasaan canggung model terhadap fotografer. Wanita yang jarang difoto oleh orang yang baru dikenal ada perasaan curiga bahwa sang fotorafer akan meng exploitasi sang foto model. Belum lagi mengatasi masalah pose yang bagi sebagian orang sering tampak sulit dan kaku. Pose tertentu kadang tabu bagi sang model dan ini harus disadari penuh oleh fotografer sebelum pemotretan. Fotografer jangan memaksakan kehendaknya mentang mentang sudah banyak pengalaman atau sudah terkenal. Ingat sebagai fotografer lebih sering melakukan pemotretan terhadap model dibandingkan sang model yang hanya karena akan menikah harus difoto. Fotografer juga pelayan bagi pelanggannya bukan jadi kita yang harus melayani mereka. Pendekatan ini sebaiknya dilakukan beberapa hari atau beberapa jam sebelum pemotretan. Hal yang perlu dipelajari bila berhubungan dengan model yang baru dikenalnya adalah:
-          Dengarkan keinginannya.
-          Pelajari bagaimana sifat sifatnya apakah pemalu atau terbuka.
-          Pelajari dan lihat latar belakang keluarganya, pendidikannya, pekerjaannya,
-         Gali pengakuan apakah pemotretan karena keinginannya sendiri atau atas keinginan orang lain.
-         Jika untuk pemotretan prewedding, sebaiknya fotografer dapat berbincang bincang dengan kedua pasangan
-         Tanyakan dan beri saran tentang tema pemotretan dan pakaian yang akan dikenakan saat pemotretan nanti.
-         Tanyakan apakah mereka merasa canggung dengan pose tertentu mengingat disebagian besar masyarakat timur, sebelum pasangan resmi menjadi suami istri ada batas batas norma susila dan agama.
-         Berikan saran atas apa yang diinginkan sehubungan dengan kondisi dan pengalaman fotografer.
-         Bangun kepercayaan bahwa fotografer akan menolong mewujudkan apa yang diinginkan.
Nah intinya fotografer harus melayani bukan? Jika fotografer dapat membangun kepercayaan tersebut, sang model akan merasa relex, tidak terintimidasi dan seperti difoto oleh temannya sendiri. Hasil akhirnya adalah ketika pemotretan berlangsung tidak ada wajah tegang, biasanya pose gaya akan mengalir dengan lancer dan ini sangat membantu keberhasilan pemotretan. Selamat mencoba semoga sukses.  





HomePHOTO GALLERYOUR SERVICEARTICLE (ENGLISH)OUR PRODUCT ContactARTIKEL (INDONESIA)International Travelling & PhotosAccessory Gallery