Home

PHOTO GALLERY

OUR SERVICE

ARTICLE (ENGLISH)

OUR PRODUCT

Contact

ARTIKEL (INDONESIA)

International Travelling & Photos

Accessory Gallery
Motret Apik
Motret Apik mean taking good pictures
Asyiknya Hunting Pasar Tradisional
Tips Motret Pertunjukan di Panggung
Belajar foto wedding
Tips memotret didepan pelaminan
Tips foto di ministudio
Mengenal HDR
Pengalaman motret di Saudi saat musim haji 1995
Membangun kemitraan dengan model
Kapan dan Mengapa menggunakan Manual
Melukis dengan cahaya
Hunting sekitar Semarang
Apakah Fotografi High Key (HK)
Optical Zoom dan Digital Zoom
Merancang album foto sejak pemotretan
Tips aman motret dilaut
Foto Udara
Foto Potret
Tips memotret didepan pelaminan

 oleh : Handayana

Sebagai kelanjutan dari belajar foto wedding yg telah lalu, kini penulis ingin bahas bagaimana me motret di depan pelaminan. Bagi penulis, me motret di depan pelaminan lebih santai karena tidak harus mutar mutar mencari objek foto can did. Tapi ingat, foto di depan pelaminan itu harus bagus sebab inilah yg akan dicetak besar dan biasanya akan dipajang diruang paling terhormat dirumah. Motret di depan pelaminan juga harus siap dengan tambahan lighting yang cukup tapi tidak sampai merusak keindahan cahaya dekorasinya. Juga motret di depan pelaminan harus punya kemampuan mengatur susunan yang bagus mengenai posisi penganten dengan para tetamu yg ikut dipotret. Jangan lupa sedia lensa sudut lebar, tidak jarang handai taulan yg ikut berjajar didepan pelaminan jumlahnya begitu banyak sampai memenuhi seluruh ruangan.
Jika semua syarat diatas dapat dipenuhi, tinggallah kita mengatur teknis fotografi nya dari camera kita. Jangan menset ISO tinggi untuk foto didepan pelaminan. ISO yg tinggi misal 800, 1000 bahkan 1600 akan menghasilkan kualitas foto berkurang kalau harus dicetak besar nantinya. Penulis biasanya menggunakan ISO 100 sampai 200. Kemudian buatlah bukaan diafragma kecil (angkanya besar) bila memungkinkan. Kemudian speed jangan kurang dari 1/60 sec, meskipun ini bukan can did artinya mereka yg akan di foto pada umumnya relatip diam. Kalau ISO rendah, speed dan diafragma tidak dapat berkompromi bagaimana ? Kalau penulis pertama tama akan mengorbankan diafragmanya, artinya bukaan dibuat lebar sedikit atau angkanya dikecilkan satu sampai dua stop. Kalau masih belum cukup baru ISO dinaikkan sampai 400. Kalau belum cukup juga speed masih bisa dikurangi sampai 1/40 sec, pasang tripot agar mengurangi shake hand. Kalau masih kurang juga ? ya lain kali bawa lampu lebih besar. Tips lain ? umumnya pengantin berada di atas panggung dan fotografer dilantai bawah. Ini harus diperhatikan supaya sedekat dekatnya tercapai posisi horizontal antara camera dengan objek rata rata yg akan di foto, kalau perlu fotografer naik diatas kursi atau bawa bangku sendiri. Apasih kerugiannya kalau tidak horizontal ? Nah kalau yg di foto terlalu banyak sampai sudut kanan dan kiri penuh, kalau tidak horizontal maka akan terjadi efek miring keluar bagi yg berada dipinggir secara gradasi, atau disebut distorsi. Nah selamat mencoba.





HomePHOTO GALLERYOUR SERVICEARTICLE (ENGLISH)OUR PRODUCT ContactARTIKEL (INDONESIA)International Travelling & PhotosAccessory Gallery