Home

PHOTO GALLERY

OUR SERVICE

ARTICLE (ENGLISH)

OUR PRODUCT

Contact

ARTIKEL (INDONESIA)

International Travelling & Photos

Accessory Gallery
Motret Apik
Motret Apik mean taking good pictures
Asyiknya Hunting Pasar Tradisional
Tips Motret Pertunjukan di Panggung
Belajar foto wedding
Tips memotret didepan pelaminan
Tips foto di ministudio
Mengenal HDR
Pengalaman motret di Saudi saat musim haji 1995
Membangun kemitraan dengan model
Kapan dan Mengapa menggunakan Manual
Melukis dengan cahaya
Hunting sekitar Semarang
Apakah Fotografi High Key (HK)
Optical Zoom dan Digital Zoom
Merancang album foto sejak pemotretan
Tips aman motret dilaut
Foto Udara
Foto Potret
Asyiknya Hunting Pasar Tradisional


oleh: Handayana

Saya suka motret pasar tradisional apalagi kalau suasana tradisionalnya sangat kental seperti orang orangnya mengenakan pakaian khas daerah tsb, barang yang dijual dipasar berbeda dari daerah lain, cara menjajakan dsb. Baru mem foto nya atau proses hunting foto saja sudah sangat mengasyikkan, apalagi tingkat kesulitan mem foto candid pada suasanya yang sangat semrawut. Saya sendiri mempunyai koleksi foto pasar tradisional ini dari berbagai daerah di Indonesia, semuanya mempunyai ke khasan sendiri. Makin semrawut dan makin beraneka ragam suasana pasar makin menggairahkan untuk di foto. Pernah dalam perjalanan pulang mudik ke Semarang dari Jakarta saya mendapatkan banyak pasar tradisional di sepanjang jalan, setelah masuk di Jawa tengah kebetulan masih pagi, saya mendapatkan beberapa bidikan pasar tradisional didaerah Banjarnegara, Dieng, Wonosobo, dan di Bandungan.

    

Rata rata mereka menjual keperluan lebaran seperti ketupat, beberapa pedagang bahkan sedang membuat ketupatnya, bunga bunga di Bandungan dsb. Pernah suatu hari saya berkesempatan ke Papua dan singgah beberapa jam di Biak, kesempatan ini saya lakukan keluar bandara untuk pergi ke pasar dengan ojeg hanya untuk mengejar suasana pasar tadisional di Biak, tentunya berbeda dengan daerah lain. Di Bali saya sudah beberapa kali hunting di pasar tradisional di Denpasar, Kapal (nama dusun dekat Denpasar) dsb, yg khas di Bali tentunya dagangan yg di jajakan, ada sesajen, bunga bunga, begitu juga penjual dan pengunjungnya ada yang berpakaian adat Bali. Saya pernah dapat pasar di Bali ketika menghadapi hari raya Kuningan, wah lebih asyik lagi.

    

Pasar kembang di Bandungan Jawa-Tengah juga sangat bagus untuk di foto, disana pasar kembang ini dimulai ketika matahari belum terbit, katanya kembang kembang ini harus dipetik waktu subuh supaya tetap segar. Para pedagang di pagi hari adalah petani kembang sendiri mencari pedagang besar. Biasanya pasar kembang ini sudah habis jam 7 sampai jam 8 pagi, sudah dibawa ke kota oleh para pedagang besar. Dua dari foto saya di pasar kembang ini pernah mendapat masing masing 1st place dari dua pertandingan berbeda di USA.

    

Pasar Hewan di Bawen - Jawa Tengah, pasar ini ramenya 5 hari sekali atau setiap pasaran Pon, ini hitungan Jawa yg disebut "pasaran".  Ini pasar tradisional jual hewan terbesar di Indonesia yg pernah saya lihat, sebab semua hewan dijual disini bukan hanya sapi kerbau dan kambing, sampai ayam, bebek, burung bahkan jangkrik dan semut. Yg disebut terakhir ini tentunya untuk makanan burung. Letak Bawen dipersimpangan jalan ke Solo atau Yogya dari Semarang, kemudian dekat dengan centra peternakan Sapi di Boyolali, menjadikan pasar ini sangat ramai. Kalau tdk suka motret hewan, disana biasanya ada pedagang lain dan para penjudi (judi pakai dadu dsb) yg bisa dijadikan objek foto juga.

    

Pasar burung Ngasem (Yogyakarta) juga mempunyai ke khasan karena disana banyak dijual burung dengan sangkar yg beraneka ragam bentuk dan modelnya. 
Di Lirik-Riau, tahun 90 an saya pernah dapat suasana pasar tradisional yg sangat berbeda, disana hari pasar seminggu sekali dan di Pasar Air Molek, (nama kota kecamatan di Riau) hari pasar yg disebut "kalangan" jatuh hari minggu. Yang khas disana adalah letak pasar tradisional ditepi sungai, karena dari desa desa banyak pedagang yang membawa sampan menuju ke kota kecamatan tsb, maka transaksi dilakukan ketika sampan mulai mendarat dan membongkar dagangannya. Suasananya pasar tradisional ditepi sungai ini sangat asyik, tapi dengan makin banyaknya sarana jalan dan semakin dangkalnya sungai, sekarang sudah semakin sepi digantikan dengan
mobil atau motor yang mengangkut dagangan.
Dari banyak pasar tradisional di Indonesia sayangnya saya belum sempat ke Kalimantan Selatan yang terkenal dengan pasar tradisional nya. Semoga lain kali bisa kesana.

Tips motret di Pasar Tradisional ?
Yg pertama anda harus menyesuaikan pakaian dengan suasana pada umumnya pengunjung pasar, ini untuk kamuflase supaya kedatangan anda tidak terlalu menjadi perhatian. Yg akan kita foto harus tidak sadar bukan, supaya dapat candid foto. Meskipun demikian, kamera yg anda bawa masih menyisakan perhatian orang disekitar anda tentunya, maka anda harus sabar jangan langsung jepret sana sini. Bawalah peralatan secukupnya ketika masuk pasar tradisional, selain tdk menarik perhatian juga supaya lebih aman.
Kedua, ikutlah beli beberapa dagangan agar anda kelihatan memang mau belanja, sampai anda mendapatkan calon objek foto dan juga tempat anda mendapatkan sudut bidik yg sesuai.
Ketiga berinteraksi, ketika kita membeli, usahakan berinteraksi dengan pedagang pasar misalnya tanyakan suasana keramaian, harga harga sekarang dsb, anda pasti punya keahlian sendiri bagaimana berinteraksi supaya mereka merasa kita bukan orang asing atau patut dicurigai. ketika anda sedang membeli dagangannya, kalau mereka bertanya tentang kamera atau alat foto kita katakan hanya hobby, atau iseng, jangan sekali kali bilang wartawan.
Keempat sabar, yg saya maksudkan disini adalah anda perlu banyak waktu berada di pasar tradisional, kalau memungkinkan carilah sudut dimana anda bisa duduk sambil minum kopi atau makan makanan kecil, ini untuk mengalihkan perhatian. Pada umumnya ketika kita datang pertama kali ke pasar dengan penampilan beda, kita akan menjadi perhatian, namun semakin lama disana, kehadiran kita sudah tidak diperhitingkan lagi, apalagi kalau kita bisa berinteraksi dengan mereka. Lama lama mereka sudah merasa biasa dengan kehadiran kita disana dan itulah saatnya kita beraksi.
Selamat mencoba.

 






HomePHOTO GALLERYOUR SERVICEARTICLE (ENGLISH)OUR PRODUCT ContactARTIKEL (INDONESIA)International Travelling & PhotosAccessory Gallery