Home

PHOTO GALLERY

OUR SERVICE

ARTICLE (ENGLISH)

OUR PRODUCT

Contact

ARTIKEL (INDONESIA)

International Travelling & Photos

Accessory Gallery
Motret Apik
Motret Apik mean taking good pictures
Asyiknya Hunting Pasar Tradisional
Tips Motret Pertunjukan di Panggung
Belajar foto wedding
Tips memotret didepan pelaminan
Tips foto di ministudio
Mengenal HDR
Pengalaman motret di Saudi saat musim haji 1995
Membangun kemitraan dengan model
Kapan dan Mengapa menggunakan Manual
Melukis dengan cahaya
Hunting sekitar Semarang
Apakah Fotografi High Key (HK)
Optical Zoom dan Digital Zoom
Merancang album foto sejak pemotretan
Tips aman motret dilaut
Foto Udara
Foto Potret
Mengenal HDR

oleh : Handayana, diterjemahkan dari wikipedia

Dalam mengolah gambar, computer grafis dan fotografi High Dynamic Range Imaging (HDRI) atau pencitraan High Dynamic Range (atau HDR) adalah seperangkat teknik yang memungkinkan rentang dinamis yang lebih lebar antara daerah terang dan gelap dari suatu gambar dari teknik pencitraan standard digital atau metode fotografi saat ini.
Dynamic Range yang lebar ini memungkinkan gambar hasil pemotretan HDR lebih akurat mewakili berbagai tingkat intensitas yang ditemukan dalam perekaman nyata, mulai dari terangnya sinar matahari langsung sampai ke cahaya bintang yang redup.
Dua sumber utama dari citra HDR adalah rendering komputer dan penggabungan dari beberapa dinamis range rendah (LDR = Low Dynamic Range) atau Standard Dynamic Range (SDR) foto. 
Teknik pemetaan tone, yang mengurangi kontras secara keseluruhan untuk memfasilitasi menampilkan gambar HDR pada perangkat dengan rentang dinamis yang lebih rendah, dapat diterapkan untuk menghasilkan gambar dengan kontras lokal diawetkan atau berlebihan untuk efek artistik.
Dalam fotografi Dynamic Range diukur dalam perbedan EV (dikenal sebagai STOP) antara bagian terang dan gelap gambar yang menunjukkan detail. Peningkatan satu EV atau satu STOP = dua kali lipat dari jumlah cahaya. Foto dengan HDR umumnya dicapai dengan mengambil beberapa foto standard sering menggunakan bracketing exposure dan kemudian menggabungkan mereka menjadi gambar HDR. Foto digital yang sering disandikan dalam format RAW, karena 8 bit sandi JPEG tidak menawarkan nilai nilai yang cukup untuk memungkinkan transisi yang halus (dan juga memperkenalkan efek yang tidak diinginkan karena kompressi lossy) Kompressi lossy adalah kode data yang dikopress dengan menghilangkan beberapa bagiannya. 
Beberapa kamera memiliki fitur exposure otomatis (AEB=Auto Exposure Bracketing) dengan Dynamic Range yang jauh lebih besar dari pada yang lain, mulai EV3 dari Canon 40D, sampai 18EV dari Canon EOS-1D Mark II. Semakin bertambah populernya teknik pencitraan, beberapa pabrik kamera kini menawarkan fitur HDR, sebagai contoh, Pentax K-7 DSLR memiliki mode HDR yangg kemudian hasilnya (hanya) nada file JPEG.
Canon Power Shot G12 dan Canon Power Shot S95 menawarkan fitur serupa dalam format yang lebih kecil.
Mengedit dari semua hasil pencitraan, adalah salah satu tuntutan yang diperlukan oleh HDR. Operasi pengeditan perlu presisi tinggi untuk menghindari efek yang menyebabkan sinyal yang berbeda menjadi tidak bisa dibedakan seperti banding dan jaggies. Pengguna Photoshop yang akrab dengan isu isu Dynamic Range Rendah saat ini. Dengan 8 bit saluran, jika anda mencerahkan gambar, informasi yang hilang tidak dapat diambil kembali. Gelap gambar setelah dicerahkan tidak mengembalikan penampilan asli. Sebaiknya semua cahaya cerah tampak datar dan terhapus. Kita harus bekerja hati hati untuk menghindari masalah itu.


 





HomePHOTO GALLERYOUR SERVICEARTICLE (ENGLISH)OUR PRODUCT ContactARTIKEL (INDONESIA)International Travelling & PhotosAccessory Gallery